EFEKTIFKAN PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19, MULAI RABU 15 APRIL 2020 “JABODETABEK” TERAPKAN PSBB

0
50
Jabodetabek
Peta Jabodetabek

JAKARTA, “tabloidnusantara.com“. – Empat hari yang lalu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyetujui lima wilayah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi untuk menjalankan Pembatasan Skala Berskala Besar (PSBB). Keputusan itu diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07IMENKES/248I2020.

Persetujuan pemberlakuan PSBB tersebut didasari dengan pertimbangan bahwa data yang ada, menunjukkan telah terjadi peningkatan dan penyebaran kasus Covid-19 yang signifikan dan cepat serta diiringi dengan kejadian transmisi lokal di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, penerapan PSBB didasari hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya, perlu dilaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi, Provinsi Jawa barat, guna menekan penyebaran Covid-19.

Sebelumnya menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk meningkatkan efektifitas pencegahan penyebaran Covid-19, wilayah Bodebek harus menjadi satu klaster dengan DKI Jakarta, hal ini disebabkan karena berdasarkan data secara nasional menunjukkan  70 persen COVID-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek. “Ini mengindikasikan kita ingin satu frekuensi kebijakan dengan DKI Jakarta karena data menunjukkan secara nasional 70 persen COVID-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek,” katanya.

Oleh karena itu, apapun kebijakan DKI Jakarta harus diikuti oleh Bodebek. Selain itu Bodebek juga nantinya bisa memberi masukan yang bisa dipertimbangkan oleh DKI Jakarta. “Apapun yang DKI Jakarta putuskan kita akan mengikuti atau sebaliknya ada masukan dari kami yang DKI Jakarta bisa pertimbangkan,” kata Ridwal Kamil dalam pernyataannya di situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di beberapa wilayah penyangga DKI Jakarta dinilai sebagai keputusan tepat. Kebijakan tersebut dapat mendukung efektivitas penanganan wabah korona (covid-19) di zona merah, salah satunya Ibu Kota.

Sementara itu juru bicara gugus tugas percepatan penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad meminta seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan demi menekan penyebaran COVID-19. Wilayah Bodebek sendiri melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara serentak mulai hari ini Rabu 15 April 2020.

Daud mengatakan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar sudah meninjau langsung pelaksanaan PSBB Bodebek di hari pertama. “Mudah-mudahan PSBB di Bodebek bisa berjalan lancar karena ini salah satu cara, metode, untuk bisa mencegah penyebaran COVID-19. Sepanjang PSBB ini berjalan sesuai yang diharapkan, disiplin, pergerakan orang dikurangi, beberapa sektor pekerjaan ditutup, proyeksinya seharusnya angka penyebaran (COVID-19) bisa berkurang hingga 50 persen,” tutur Daud dalam konferensi pers online dari Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (15/4).

Kepada masyarakat Jabar lainnya, Daud pun mengajak warga untuk tetap menjaga jarak, mengurangi kegiatan yang tidak perlu, cuci tangan pakai sabun dan memakai masker, serta menjaga asupan makanan bergizi empat sehat lima sempurna, dan tidak lupa berolahraga. “Selain itu, empati harus ditingkatkan, yang mampu membantu yang lemah. Ini (harus) kesadaran seluruh masyarakat, mari bersama pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk bisa percepat pencegahan COVID-19 agar segera hilang dari Jabar khususnya dan umumnya dari seluruh Indonesia,” harapnya.

Sumber Berita : setkab.go.id dan jabarprov.go.id

Tinggalkan Balasan