Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

DUNIA INTERNASIONAL MENDUKUNG PAPUA BAGIAN DARI NKRI

Oleh : Rebecca Marian

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Oleh : Rebecca Marian

Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Selandia Baru menegaskan bahwa pihaknya mendukung kedaulatan Indonesia termasuk Papua agar tetap menjadi bagian dari NKRI, dimana, Papua adalah pulau paling timur Indonesia. Masyarakat internasional pun mengakui Papua sebagai bagian yang tidak bisa terpisahkan dari Indonesia. Klaim kelompok separatis yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia dianggap mengada-ada.

Sebagai negara Sahabat, Selandia Baru menegaskan bahwa pihaknya mendukung kedaulatan Indonesia termasuk Papua agar tetap menjadi bagian dari NKRI, Selandia Baru juga menjelaskan segelintir oknum dari negaranya yang menyatakan dukungan kemerdekaan Papua disebut sebagai opini belaka.

BACA JUGA :KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA (KKB) “SIAPA PENYANDANG DANANYA”

Duta Besar Indonesia untuk
Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan, Selandia Baru itu selalu mendukung
kedaulatan Indonesia, mereka senantiasa menghormati wilayah teritorial
Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Mahfud MD juga menegaskan, bahwa Selandia Baru merupakan negara Sahabat Indonesia yang sangat mendukung integrasi atau keutuhan wilayah Indonesia termasuk sangat mendukung soal Papua sebagai bagian dari Indonesia. “Dirinya juga menambahkan bahwa dukungan dari Selandia Baru terkait keutuhan Papua sebagai bagian dari NKRI diperlukan bukan hanya secara politis saja, namun juga secara konstitusional.

Hal tersebut guna mempertahankan
apa yang sudah menjadi keputusan internasional. Karena hukum internasional
sudah menyatakan Papua itu bagian yang sah dari NKRI dan semua wilayah yang
sudah menjadi bagian sah tersebut haruslah dipertahankan oleh negara yang
bersangkutan dengan cara apapun.

Mahfud juga meluruskan terkait
dengan dugaan isu pelanggaran HAM di Papua yang selama ini berkembang. Pada
sebuah kesempatan, ia menjelaskan kepada anggota parlemen Selandia Baru kalau
apa yang terjadi di Papua merupakan gerakan separatis.

Indonesia memiliki undang-undang
yang menjamin hak negara untuk melakukan langkah-langkah terkait keamanan.
Mahfud menegaskan kalau ada dugaan pelanggaran yang terjadi, hal itu merupakan
efek dari konflik horizontal antar-kelompok.

Perlu kita ketahui Papua
merupakan bagian Integral Indonesia sejak rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, sehar setelah Soekarno – Hatta memproklamirkan
Kemerdekaan Indonesia, pada 17 Agustus 1945. Wilayah Papua secara umum
merupakan daerah yang kaya akan keanekaragaman hayati, dengan berbadai sumber
daya alam, suku serta bahasa.

Dari posisi geopolitik Papua
berbatasan dengan Negara – negara yang memiliki kekuatan ekonomi global
potensial mulai Filipina di sebelah utara, lalu merembet ke Hongkong, Taiwan,
Jepang, hingga kepulauan pasifik dan benua Amerika di sebelah timur sedangkan
di selatan berhadapan dengan Australia.

Namun, kenyataannya kondisi
wilayah Papua masih belum berkembang sepenuhnya, hal ini tak lain dikarenakan
kondisi sosial – keamanan yang belum stabil akibat terus berkembangnya gerakan
kelompok separatis di wilayah tersebut.

Bahkan kelompok yang menginginkan
Papua berpisah dari Indonesia tersebut, tak jarang terlibat baku tembak dengan
aparat TNI/Polri, gangguan keamanan inilah yang menyebabkan pembangunan dari
berbagai sektor terhambat. “Sementara itu, Masyarakat Papua juga tak hilang
semangat dalam menyampaikan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Mereka secara sadar menolak referendum dan intervensi asing terhadap
persoalan Papua yang dapat memecah belah persaudaraan dan persatuan Indonesia.

Sampai kapanpun Papua adalah
bagian dari NKRI dan tidak bisa dipisahkan. Semua warga negara harus tunduk
pada hukum dan jika ada orang yang bersalah maka harus mendapatkan hukuman yang
sesuai dengan undang – undang yang berlaku. “NKRI dan Pancasila sudah final dan
tidak dapat diubah, adalah kewajiban bagi seluruh bangsa untuk menjaga
Indonesia dari segala upaya perpecahan.

Pada September lalu, sejumlah
warga asal Papua yang tinggal di berbagai wilayah, menggelar aksi turun ke
jalan dan menyatakan tak akan memisahkan diri dari NKRI. Karena itu, mereka
berharap dukungan semua pihak agar Bumi Cenderawasih segera damai kembali.

Aliansi Masyarakat Peduli Papua
saat menggelar aksi damai terseut tak lain merupakan bentuk dukungan bagi
masyarakat Papua sebagai saudara sebangsa dan setanah air. “Pihaknya menegaskan
bahwa Papua adalah bagian dari Kebhinekaan yang harus dijaga dan dirawat nilai
luhur budayanya. Nilai yang dapat menyatukan wilayah-wilayah di bumi nusantara
dari Sabang sampai Merauke.

Mereka juga menegaskan tidak ada
keinginan rakyat Papua yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Pada dasarnya
masyarakat papua adalah masyarakat yang cinta damai dan tidak suka dengan
keributan atau kerusuhan apalagi perpecahan.

Oleh karena itu, sudah semestinya
kita menjaga semangat persatuan Indonesia untuk menjaga wilayah Papua agar
tidak memisahkan diri dari Indonesia, apalagi dengan adanya dukungan dari
negara sahabat dan bahkan masyarakat asli Papua sendiri yang tetap berpendirian
teguh agar Papua tetap bergabung dengan NKRI. (Penulis adalah mahasiswa Papua
tinggal di Yogyakarta)