Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

DANRAMIL 16/SOTA JADI NARASUMBER PADA SOSIALISASI KDRT

Merauke, “tabloidnusantara.com” – Bertempat di balai Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke Mahasiswa Universitas Musamus Merauke Angkatan VI Gelombang II Tahun 2019 memberikan sosialisasi Gerakan Indonesia Tertib tentang ”Kekerasan Dalam Rumah Tangga” kepada warga Kampung Toray. Selasa (30/07/2019).

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Merauke, “tabloidnusantara.com” – Bertempat di balai Kampung
Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke Mahasiswa Universitas Musamus Merauke
Angkatan VI Gelombang II Tahun 2019 memberikan sosialisasi Gerakan Indonesia
Tertib tentang ”Kekerasan Dalam Rumah Tangga” kepada warga Kampung Toray. Selasa
(30/07/2019).

Komandan Koramil 1707-16/Sota Kodim 1707/Merauke Mayor Inf
Daniel Ngilawane selaku nara sumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut
mengatakan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) secara resmi sudah disahkan. Untuk itu,
dengan disahkannya undang-undang tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai
payung perlindungan hukum bagi anggota dalam rumah tangga khususnya perempuan
dari tindak kekerasan.

”Pada dasarnya terjadinya kekerasan dalam rumah tangga berawal dari kurangnya komunikasi antara pasangan suami/istri. Dengan kurangnya berkomunikasi dapat juga menimbulkan ketidak harmonisan dalam rumah tangga yang berdampak pada pertengkaran dan kekerasan”. ucap Mayor Inf Daniel Ngilawane.

”Peliharalah keluarga kita melalui komunikasi yang baik
sehingga rumah tangga tetap tentram dan rukun selalu”. tegasnya.

”Apabila telah terjadi permasalahan dalam keluarga segera
selesaikan dengan kepala yang dingin baik suami maupun istri tanpa harus melakukan
kekerasan dan tanamkan sedini mungkin sifat saling percaya dan saling
menghargai sesama pasangan”. tambahnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Danpos
Toray Letda Inf Wesli B.T., Babinsa Kampung Toray Serka David Awaniter, Kepala
Kampung Toray yang diwakili oleh Bapak Philipus Kapaiter dan peserta
sosialisasi sebanyak 100 orang warga kampung Toray.