JAKARTA, tabloidnusantara. Aksi atraktif dilakukan sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Mereka membentangkan spanduk dan poster berwarna kuning berisi desakan agar pemerintah serius menangani krisis iklim.
Pantauan di lokasi, spanduk kuning berukuran besar terbentang sejak pagi hari. Salah satu poster bertuliskan pesan tajam “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan “Melindungi lingkungan = Melindungi kualitas hidup”. Spanduk sempat diangkat ke atas patung sebelum akhirnya diturunkan.
Hingga pukul 10.30 WIB, para aktivis masih bertahan di atas patung. Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 0501 Jakarta Pusat kemudian meminta agar mereka segera turun demi keselamatan.
“Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Kodim 0501 Jakarta Pusat bersedia melayani dan melindungi Saudara-Saudari. Segera turun, utamakan keselamatan Saudara-Saudari,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung di lokasi aksi.
Sementara itu Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait menegaskan aksi ini merupakan suara masyarakat yang merasakan langsung dampak krisis ekologis. Ia menyebut cuaca ekstrem, kabut asap berkepanjangan, hingga bencana ekologis tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga menekan pendapatan dan memicu kenaikan harga pangan.
“Cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tapi juga mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, dan mendorong kenaikan harga pangan. Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat,” kata Jeanny.
Menurutnya, kelompok pekerja dengan kerentanan ekonomi menjadi pihak yang paling berat merasakan dampak krisis iklim. Karena itu Greenpeace mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap persoalan ini.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Para aktivis diturunkan satu per satu menggunakan tali rescue oleh petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan Damkar. Aktivis pertama turun sekitar pukul 10.30 WIB dalam kondisi lemas dan langsung dibawa ke ambulans Dokpol untuk penanganan medis. Dua aktivis lainnya menyusul turun dengan kondisi kelelahan yang sama.
