Yapen, “tabloidnusantara.com” – Dalam rangka menjaga kelestarian alam bawah laut dikawasan perairan Yapen Timur, Babinsa Koramil 1709-02/Yaptim Sertu J. E. Imbiri dan Serda Ramadhan Letsoin menghimbau para warga binaannya di Kampung Woda Distrik Raimbawi yang berprofesi sebagai nelayan agar tidak mencari ikan dengan bom ikan , Pada Kamis (21/11/2019).
Dalam himbauannya Babinsa menjelaskan tentang bahaya dalam mencari ikan dengan menggunakan Bom Ikan atau yang sering disebut Dopis, bom ikan ini digunakan oleh oknum-oknum nelayan nakal karena mereka tak butuh waktu lama untuk mendapatkan ikan lebih banyak dari penangkapan dengan cara memancing maupun cara tradisional lainnya.
BACA JUGA : KODIM 1714/PUNCAK JAYA LAKSANAKAN BHAKTI SOSIAL DI DISTRIK YAMBI
Namun penangkapan ikan dengan bom ikan, sangat
dilarang penggunaannya karena dapat merusak ekosistem atau kehidupan di bawah
laut, seperti terumbu karang dan kehidupan biota lainnya, ungkap Sertu Imbiri.
Selanjutnya Serda Ramadhan pun turut menambahkan, Sangat disayangkan apabila menggunakan puluhan bom ikan, berapa banyak habitat terumbu karang yang akan rusak, karena terumbu karang tumbuhnya bukan satu dua hari saja, tapi 15 tahun dan yang paling beresiko lagi adalah punahnya berbagai macam biota laut, akhirnya nanti semakin sulit mencari ikan dan sumber mata pencarian kalian dari laut pastinya akan hilang pula, tegasnya kepada para nelayan.
BACA JUGA : CEGAH PELANGGARAN, DENZIPUR 10/KYD TERIMA PENYULUHAN HUKUM
“Sebab itu, jangan sekali-kali berpikiran untuk
menggunakan bom ikan, karena berbahaya juga untuk diri sendiri dan berbahaya
untuk kelangsungan hidup ikan yang ada di laut dan juga nantinya anak cucu kita
juga yang akan merasakan akibatnya, marilah kita bersama-sama menjaga
kelestarian dan keindahan alam bawah laut yang ada diwilayah ini, serta bila
ingin pergi melaut, perhatikan kondisi cuaca di lautan, agar dapat kembali
dengan selamat dan membawa hasil yang banyak pula”, harap babinsa.
- Otentikasi : Kolonel Cpl Eko Daryanto, S.E., M.Si.
- (Kapendam XVII/Cenderawasih)