BABINSA KORAMIL 1701-09/JAPSEL MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN PEKAN IMUNISASI NASIONAL (PIN) POLIO TAHAP PERTAMA DI POSYANDU KIRANA KEL. ENTROP DISTRIK JAPSEL

0
229

Begitu Besar Dampak Penyebaran Virus Polio, Prajurit Kewilayahan Koramil 1701/Japsel, Melakukan Pemdampingan Dalam Mensukseskan Pekan Imunisasi Nasional

Jayapura. Polio merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Polio. Virus ini menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan nyeri atau merusak saraf motorik, sehingga menyebabkan kelumpuhan otot ( ketidakmampuan untuk menggerakkan tungkai atau bagian tubuh lain) dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Begitu besar dampak yang diakibatkan oleh virus polio ini, sehingga membuat Babinsa kelurahan Entrop Serda Ahmad Hanafi dan Kopda Abu Amar melaksanakan pendampingan Pekan Imunisasi Sosial tahap Pertama yang diselenggarakan Puskesmas Twano Entrop bertempat di Posyandu Kirana RT 03 RW 08 Kel. Entrop Distrik Jayapura Selatan.

Pekan imunisasi Nasional tahap pertama ini diselenggarakan terkait dengan bencana wabah polio yang terjadi di Papua New Guinea. Sehingga diharapkan wabah tersebut dapat dicegah dengan pemberian vaksin Polio kepada anak-anak SD dan SMP di tiap-tiap Sekolah, dan kepada Balita melalui kegiatan Posyandu. Apalagi terdapat 5 Kabupaten di wilayah papua yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea yaitu Kabupaten Keerom, Boven Digoel, Merauke, Pegunungan Bintang, dan Kota Jayapura, yang dikhawatirkan terjadi penyebaran wabah tersebut. Sehingga diharapkan wilayah papua dapat bebas dan aman dari penyakit polio.       

Ibu Rely Silalahi selaku bidan Puskesmaa Twano Entrop menjelaskan tentang betapa pentingnya imunisasi polio ini, imunisasi polio merupakan vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari gangguan Poliomyelitia atau infeksi Polio. Vaksin ini sangat penting untuk upaya mencegah penularan. sebab jika dibiarkan tanpa penanganan dapat membahayakan dan mengancam nyawa penderitanya.

Jenis Imunisasi Polio yang diberikan kali ini berbentuk OPV (Oral Poliovirus Vaccine) yang diberikan secara Oral ( tetes melalui mulut). OPV mengandung Virus Polio yang sudah dilemahkan, dan ditujukan untuk bayi usia 6-12 minggu, dan anak yang belum diimunisasi hingga umur 15 tahun. OPV ini diberikan sebanyak 2 tahapan, masing-masing tahapan sebanyak 2 tetes. Dan jeda waktu selama 4 minggu untuk pemberian OPV tahap kedua.

Diakhir kegiatan PIN (Pekan Imunisasi Sosial) Polio ini, ibu Rely Silalahi tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Babinsa Kel. Entrop yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi kegiatan Puskesmas Twano tersebut dan sebanyak 85 Balita dapat diberikan Vaksin polio. Sehingga diharapkan target pemberian vaksin sebanyak 3000 vaksin untuk wilayah Kel. Entrop dapat tersalurkan.

Tinggalkan Balasan