ANGGOTA TNI MENINGGAL AKIBAT CACAR MONYET, DIPASTIKAN HOAX

0
168
Dok. media sosial dan pesan cepat whatsapp itu menyebutkan seorang anggota TNI bernama Supran Sida meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat akibat terkena virus cacar monyet atau Monkeypox.

Jakarta – Sebuah pesan berantai beredar melalui media sosial beberapa waktu terakhir.

Pesan yang beredar melalui media sosial dan pesan cepat whatsapp itu menyebutkan seorang anggota TNI bernama Supran Sida meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat akibat terkena virus cacar monyet atau Monkeypox.

Kementerian Kesehatan, melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anung Sugihantono memastikan bahwa kabar tersebut adalah berita palsu alias hoax.

“Siap-siap Laporkan Pelaku ke Polisi”

Anung pun meminta kabar hoaks itu agar berhenti disebarluaskan melalui berbagai aplikasi pesan dan sedang melacak yang menyebarkan kabar tersebut.

“Hoaks. Jangan lagi DISEBARKAN. RSPAD sedang melacak dan mempertimbangkan laporan ke polisi,” terang Anung.

Virus cacar monyet selama ini mewabah di Singapura, dan dikhawatirkan masuk ke Indonesia.

Hal itu karena tingginya tingkat kunjungan warga Indonesia ke Singapura.

Penderita virus tersebut diketahui berasal dari seorang pria asal Nigeria berusia 38 tahun yang datang ke Singapura untuk menghadiri lokakarya.

Masa inkubasi virus monkeypox dari terinfeksi hingga timbulnya gejala berkisar 5 hingga 21 hari dengan tanda demam, sakit kepala hebat, dan pembekuan kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri punggung, nyeri otot, hingga kekurangan energi.

Khasnya dari virus ini adala ruam berisi pada wajah hingga ke bagian tubuh lainnya seperti telapak tangan ataupun kaki. Seperti cacar namun lebih ekstrem.

Sebelumnya, Anung Sugihantono meminta masyarakat untuk hidup bersih yang bisa dimulai dengan rajin mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari virus ini.

Hindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

Lalu hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi.

Tinggalkan Balasan