ANCAMAN PERGERAKAN MASSA YANG TER-“HIDDEN” PEMILU 2019

0
349

Siapapun Presidennya yang akan terpilih, baik dari 01 maupun 02, masyarakat di himbau untuk berhati-hati setelah tanggal 17 april 2019 (pasca pemilu) walaupun sudah ada seruan dari Pemerintah dan aparat keamanan yang akan mengawal demi tercapainya stabilitas keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, mengatakan masyarakat tak perlu takut terhadap isu-isu yang berkembang, maupun pergerakan massa saat ini menjelang atau sesudah Pemilu 2019.

Berdasarkan informasi yang kami himpun, “tabloidnusantara.com”, dan analisa yang valid serta sangat dapat di percaya, beberapa bulan sebelum dan setelah pemilihan legislatif serta Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, dipastikan akan ada pergerakan massa besar besaran.

TNI dan POLRI sudah menyiagakan seluruh kekuatannya 24 jam dalam sehari, dalam rangka untuk menjaga pemilu atau pun pilpres 2019. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Jenderal Pol. Prof. Drs. H.M. Tito Karnavian, Ph.D sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya keributan serta  ada pergerakan massa.

Disinyalir pergerakan akan dimulai dari Jakarta, dan merebah ke daearh-daerah lainya, tidak terkecuali, Jateng dan Jatim. Di Sumatera Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang juga sudah ada indikasi pergerakan ini. dan Indonesia Timur juga siap melakukan aksinya.

Meski situasi aman, TNI dan Polri tidak akan meremehkan dan memberikan ruang atau celah sedikitpun ancaman dan gangguan yang kemungkinan terjad.

Tinggalkan Balasan