Jumat, 30 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

POLIRAN: CARA BARU KAPOLRI TEKAN KRIMINALITAS LEWAT PENYERAPAN PENGANGGURAN

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Program ini menargetkan pengangguran sebagai akar potensial gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kenapa kami memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas. Kami juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Desa,” kata Suyudi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Suyudi menjelaskan, eksekusi di lapangan melibatkan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa yang turun langsung mendata warga yang membutuhkan pekerjaan.

Warga yang terjaring kemudian dilatih. Polri menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk pelatihan soft skill agar warga kembali produktif.

“Kami latihkan secara soft skill sehingga masyarakat yang pada hakikatnya ‘berkebutuhan’ dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi itu,” ujarnya.

Setelah pelatihan, mereka disalurkan ke perusahaan mitra Polri yang membutuhkan tenaga kerja.

“Nanti ini ada launching-nya yang akan kami lakukan secara nasional. Saat ini kami sedang persiapkan,” kata Suyudi.

Untuk pelatihan teknis, Polri juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah.

“Kami juga bekerja sama dengan Kemendagri karena nanti akan bersama dengan provinsi-provinsi. Di daerah masing-masing ada Balai Latihan Kerja (BLK). Itu yang nanti akan kami sinergikan,” ujarnya.

Suyudi menegaskan Poliran juga menyasar warga pascarehabilitasi narkoba yang belum mendapat pekerjaan. Tujuannya agar mereka produktif, angka kriminalitas menurun, dan kamtibmas terjaga.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan Poliran sejalan dengan program Kemendes PDT, “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia”.

“Jadi, akan kami sandingkan Poliran itu dengan desa-desa tematik. Kami punya program desa ekspor yang juga bisa menyerap tenaga kerja banyak. Kami punya program desa wisata juga menyerap tenaga kerja yang banyak dan menghasilkan uang yang banyak,” jelasnya.

Kolaborasi kedua program itu diharapkan dapat menekan jumlah pengangguran di desa-desa.