Minggu, 18 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
PEMERINTAH

MANFAATKAN HUBUNGAN HISTORIS, PEMKAB BIAK NUMFOR DORONG KERJA SAMA PEMBANGUNAN STRATEGIS BERSAMA PEMERINTAH KERAJAAN BELANDA

Bagikan berita:

BIAK NUMFOR, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua mendorong penguatan kemitraan strategis pembangunan jangka panjang bersama perwakilan utusan Pemerintah Kerajaan Belanda. Pertemuan bilateral tingkat regional tersebut digelar di Gedung Negara 01, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (17/10/2026).

Pertemuan penting ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, Bupati Mamberamo Raya Robby Wilson Rumansara, para ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP), unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), serta delegasi resmi Pemerintah Kerajaan Belanda yang dipimpin oleh Alfred van der Klis.

Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, dalam pemaparannya menegaskan bahwa kedekatan historis dan emosional antara Belanda dan Papua dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk menjembatani kolaborasi nyata dalam mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap dari sisi positif, Pemerintah Kerajaan Belanda dapat memberikan perhatian penuh dan dukungan terhadap kebutuhan pembangunan di Papua. Momentum ini dimanfaatkan oleh para kepala daerah untuk menyampaikan usulan serta berdiskusi langsung mengenai program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, di Biak Numfor, Sabtu (17/10).

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari rangkaian komunikasi yang telah dirintis sejak kunjungan delegasi Kerajaan Belanda ke Pemprov Papua pada April 2026 lalu. Dukungan finansial dan teknis dari pihak Belanda nantinya akan diselaraskan dengan kerangka program pembangunan strategis nasional yang dikoordinasikan melalui kementerian terkait, seperti Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sementara itu, perwakilan pemerintah Kerajaan Belanda, Alfred van der Klis, selaku Co-founder and Director Society College Groep, memaparkan sejumlah peluang kolaborasi konkret, di antaranya pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan generasi muda Papua, serta proyek transisi energi terbarukan termasuk inovasi pengolahan limbah sagu menjadi biogas.

Seluruh program kolaborasi tersebut dirancang selaras dengan mekanisme tata kelola keuangan pemerintah Indonesia serta melibatkan sinergi erat bersama perguruan tinggi dan masyarakat setempat guna memastikan keberlanjutan dampak ekonomi maupun sosial di Tanah Papua.