SLEMAN, tabloidnusantara. Dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dalam kebakaran Gedung Trans Home di Jalan Yogyakarta-Solo Kilometer 11 Kalurahan Kalitirto Kapanewon Berbah Kabupaten Sleman Kamis 1 Oktober 2026.
Koordinator Unit Siaga SAR Sleman Dhedi Prasetya mengatakan kedua korban ditemukan setelah petugas memastikan kondisi gedung aman untuk dimasuki. Keduanya ditemukan di lantai tiga dalam posisi berdekatan di sekitar tangga.
“Proses evakuasi tadi korban ditemukan oleh teman-teman yang melakukan pemadaman tapi belum bisa untuk melakukan evakuasi. Akhirnya mereka keluar untuk berkoordinasi kembali untuk proses evakuasi,” ungkapnya.
Dhedi menyebut berdasarkan informasi awal kedua korban merupakan perempuan yang diduga bernama Ibu W dan Ibu S. Namun identitas serta jenis kelamin korban masih dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara.
“Posisi korban berada di lantai tiga berdekatan. Kedua korban berdekatan berada di sekitar dekat tangga,” ujarnya.
Saat dievakuasi kedua korban dalam kondisi henti napas dan tidak teraba denyut nadi. Petugas kemudian membawa keduanya ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Petugas SAR harus menggunakan peralatan self-contained breathing apparatus SCBA saat masuk ke dalam gedung karena kondisi di dalam dipenuhi asap pekat. Selain itu petugas juga membawa peralatan untuk membuka akses termasuk pintu yang tidak dapat dibuka secara normal.
“Teman-teman menggunakan SCBA dan juga peralatan-peralatan untuk membuka pintu misalkan ada pintu yang tidak bisa dibuka,” lanjutnya.
Dhedi mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh delapan personel karena akses di dalam gedung relatif sempit sementara personel lainnya bersiaga di luar gedung untuk mendukung proses evakuasi.
“Yang lain standby di luar. Untuk yang masuk seluruhnya ada delapan personel karena aksesnya cukup sempit jadi kita batasi untuk jumlah personelnya,” ungkapnya lagi.
Selain medan sempit petugas menghadapi kepulan asap serta material yang berpotensi membahayakan selama proses pencarian dan evakuasi. Kondisi tersebut membuat evakuasi harus dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi dan dilengkapi perlindungan memadai.
“Ini termasuk evakuasi dengan medan sempit dan juga banyak hazmat ataupun benda-benda berbahaya bahan-bahan beracun yang bisa menyebabkan tim evakuasi fail. Jadi perlu tim yang benar-benar kompeten,” ujarnya.
Kapolsek Berbah Sleman AKP Fitrianto Heri Nugroho membenarkan adanya dua korban dalam kebakaran Trans Home tersebut dan memastikan keduanya telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi.
“Ya korban seorang karyawan,” kata Fitrianto.
