Jumat, 2 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
KEBAKARAN

DIDUGA AKIBAT ANAK BERMAIN KOREK API LAHAN 4000 METER PERSEGI DI CILINCING LUDES TERBAKAR

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Lahan alang-alang seluas 4.000 meter persegi di Jalan Kalibaru Barat Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara ludes terbakar diduga akibat ulah anak-anak yang bermain korek api Kamis.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman mengatakan api pertama kali muncul dari permainan korek api anak-anak yang menyambar alang-alang kering di lokasi tersebut.

“Kebakaran ini dipicu anak-anak mainan korek api di lokasi tersebut dan objek yang terbakar adalah alang-alang,” kata Gatot di Jakarta Kamis.

Berdasarkan keterangan saksi, api kecil dari korek tersebut dengan cepat membesar dan merambat. Warga yang mengetahui kejadian sempat berupaya melakukan pemadaman manual, namun kencangnya angin membuat kobaran api sulit dikendalikan hingga warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sudin Gulkarmat Jakarta Utara mengerahkan dua unit mobil pemadam dan 10 personel ke lokasi. Proses pemadaman dimulai pukul 13.12 WIB dan api berhasil dijinakkan pada pukul 13.40 WIB.

“Saat ini api berhasil dipadamkan dan situasi sudah dapat diatasi petugas,” ujar Gatot.

Gatot menyebutkan kebakaran di Kalibaru ini menjadi kejadian ketiga yang ditangani petugas di wilayah Jakarta Utara pada hari yang sama. Sebelumnya kebakaran pertama terjadi di dekat Stadion Tugu Koja tepatnya di Jalan Balai Rakyat terusan Kecamatan Koja dengan objek sampah yang merambat ke permukiman seluas 150 meter persegi.

Kebakaran kedua melanda gudang spare part di Jalan Madya Kebantenan Kelurahan Semper Timur Kecamatan Cilincing.

Pihak Gulkarmat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta benda-benda yang dapat memicu kebakaran terutama di musim kemarau dengan angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” tutur Gatot.