JAKARTA, tabloidnusantara. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua telah mengamankan delapan pucuk senjata. Salah satu jenis senjata yang diamankan disebut merupakan SS1 V1 yang sebelumnya direbut kelompok tersebut dari satuan TNI.
“Tadi laporan dari Pangkogabwilhan sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk,” kata Agus saat ditemui di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Agus ketika ditanya mengenai tindak lanjut operasi TNI untuk mengejar pihak yang diduga berada di balik sejumlah kasus tewasnya warga sipil di Papua. Namun, Panglima TNI belum memerinci lokasi pengamanan delapan senjata maupun identitas pihak yang telah diidentifikasi dalam operasi tersebut.
Informasi mengenai delapan pucuk senjata itu, menurut Agus, berasal dari laporan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) kepada dirinya.
Empat Anggota Kelompok Bersenjata Tewas di Intan Jaya
Perkembangan tersebut muncul setelah kontak senjata antara personel Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).
Koops TNI Habema menyebut empat anggota kelompok bersenjata tewas dalam kontak tersebut. Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyatakan kelompok itu diduga terkait OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya. Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak TNI.
Dalam operasi tersebut, TNI juga menyatakan menyita sejumlah barang, di antaranya satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta perlengkapan lapangan lainnya.
Menurut Riyanto, kontak senjata bermula setelah personel TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Balamai Atas. TNI menyatakan operasi dilakukan untuk mengamankan wilayah dan melindungi masyarakat.
Di luar operasi penindakan, perkembangan lain juga terjadi di Puncak Jaya. Empat orang yang disebut sebagai anggota OPM menyerahkan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto pada Sabtu (26/9) dalam kegiatan reintegrasi. ANTARA melaporkan mereka menyatakan meninggalkan keterlibatan dalam aksi bersenjata dan kembali ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, laporan terbaru TNI mencakup dua perkembangan berbeda, yakni pengamanan senjata melalui operasi terhadap kelompok bersenjata dan penyerahan senjata oleh empat orang yang menyatakan mengakhiri keterlibatan mereka dalam kelompok tersebut.
