SOLOK, tabloidnusantara. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir bencana banjir bandang di Kabupaten Solok Sumatera Barat pada Jumat 25 September 2026 siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun endapan lumpur dan material banjir di halaman depan rumah warga tak jauh dari kompleks perkantoran Bupati Solok di Arosuka.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin mengonfirmasi bahwa jasad tersebut teridentifikasi sebagai Agusral 59 tahun. Penemuan titik jasad bermula dari petunjuk tanda alam berupa kerumunan lalat hijau di sekitar material longsoran yang dicurigai oleh tim SAR bersama warga setempat.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Arosuka sebelum diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Dengan ditemukannya Agusral seluruh korban hilang akibat rentetan banjir bandang di kawasan Arosuka dan Kayu Aro resmi ditemukan lengkap sehingga operasi pencarian SAR dinyatakan ditutup.
Secara keseluruhan peristiwa bencana hidrometeorologi ini mencatat total enam korban terdampak dengan rincian dua orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Kendati operasi pencarian usai personel Basarnas tetap disiagakan di posko darurat guna mengantisipasi potensi ancaman cuaca ekstrem dan bencana susulan.
“Baru saja ditemukan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehingga kegiatan operasi SAR sudah selesai karena tidak ada lagi yang dicari.
Namun karena ini dalam situasi bencana Basarnas senantiasa standby di sini menjaga berbagai kemungkinan adanya laporan lain,” tegas Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Jumat 25 September 2026.
Penemuan korban terakhir ini sekaligus mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan sejak banjir bandang menerjang Senin malam 21 September lalu yang dipicu hujan berintensitas tinggi.
