Selasa, 13 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PRABOWO PANGGIL PAKAR GAMBIT KE ISTANA, BAHAS KARHUTLA DAN NASIB 41 JUTA WARGA DI LAHAN GAMBUT

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah ahli dan peneliti dari beberapa lembaga dan sejumlah kampus ke Istana Kepresidenan RI Jakarta Kamis untuk membahas tata kelola lahan gambut. Rapat terbatas yang khusus membahas gambut itu dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB.

Jajaran menteri dan kepala lembaga yang tiba sejak pukul 14.30 WIB di antaranya Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Arif Satria, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Teuku Faisal Fathani, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

“Hari ini kita diundang untuk membahas masalah gambut ya. Jadi, gambut ini ada dua hal. Pertama, tentu masalah karhutla yang harus kita selesaikan. Kedua, bagaimana sustainable use dari gambut,” kata Kepala BRIN Arif Satria menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat.

Arif melanjutkan pemanfaatan lahan gambut seluas 24 juta hektare saat ini berpedoman kepada peraturan pemerintah yaitu maksimal 70 persen pemanfaatan dan 30 persen minimum kawasan lindung.

“Kita harus berpikiran di satu sisi sustainable use ini harus benar-benar kita desain dengan baik, karena di sana ada 41 juta penduduk yang hidup di kawasan hidrologis gambut, karena itu saya yakin hari ini Pak Presiden mengundang para ahli, para pakar untuk membahas masalah pengelolaan gambut ini,” ujar Arif.

Dalam daftar undangan yang beredar ahli dan peneliti yang diundang untuk ikut rapat membahas gambut di Istana antara lain Bagus Muljadi dari Nottingham University, Azwar Maas dari UGM, Zakaria Amsari dari Universitas Tanjungpura, Haris Gunawan dari UNRI, Darmae Nasir dari Universitas Palangka Raya, Henrik Segah dari Universitas Palangka Raya, dan Yulianto S Nugroho dari UI.

Kemudian ada pula Asmari Saad dari Universitas Jambi, Puji Lestari dari ITB, Indratmo Soekarno dari ITB, Made Hesti Lestari dari BRIN, Ahmad Kurnain dari Universitas Lambung Mangkurat, Bambang Kun Cahyono dari UGM, Sigit Sutikno dari UNRI, Ati Dwi Nurhayati dari IPB, Muhammad Agung Santoso dari UI, dan Elham Sumarga dari ITB.

Langkah Presiden memanggil langsung para pakar lintas kampus dan lembaga riset ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa tata kelola gambut akan menjadi prioritas kebijakan lingkungan dan mitigasi karhutla di pemerintahan Prabowo.