900 PERSONEL SATGAS PAMTAS RI-PNG TIBA DI JAYAPURA

0
105
Komandan Korem 172/PWY Brigjen Tni Izak Pangemanan Saat melakukan pemeriksaan pasukan satgas perbatasan

ABEPURA,tabloidnusantara.com” – Sebanyak 900 personel prajurit TNI tiba di Pelabuhan Utama Jayapura, Kamis (16/7), dalam rangka pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG di wilayah Kolakops Korem 172/PWY.

Personel yang berasal dari dua batalyon tersebut yakni Yonif 100/Prajurit Setia dan Yonif 312/Kala Hitam diterima langsung oleh Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi Korem 172/PWY dengan  upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-PNG yang berlangsung dengan hikmat.

BACA JUGA : DANREM 172/PWY TERIMA, 450 PRAJURIT YONIF MEKANIS 413/BRM PERKUAT KEAMANAN DAERAH PERBATASAN RI-PNG

penyemprotan disinfektan

Sebelumnya, Korem 172/PWY telah menerima sebanyak 450 personel dari Yonif 413/BRM pada Minggu, (12/7).

“Pada hari ini kami mewakili Panglima Kodam XVII/Cenderawasih menerima lagi tambahan sebanyak 900 personel dari dua batalyon yang akan menggantikan satgas pamtas yang tergelar saat ini di wilayah Kolakops Korem 172/PWY”, kata Danrem di sela-sela kegiatan tersebut.

Danrem mengungkapkan selama proses debarkasi tersebut, seluruh prajurit melaksanakan protokol covid-19 sebagai upaya mencegah penyebaran virus tersebut masuk ke Papua.

“Sejak turun dari kapal mereka langsung di ukur suhu tubuh, cuci tangan dan penyemprotan disinfektan baik prajurit maupun perlengkapannya serta melaksanakan rapid test. Dari hasil rapid test tersebut ditemukan 6 prajurit reaktif. Tiga orang dari batalyon 100/PS dan Tiga orang lagi dari Batalyon 312/KH”, kata Danrem.

BACA JUGA : PANGDAM XVII/CENDERAWASIH TUTUP PEMBEKALAN APTER GELOMBANG III

Keenam prajurit tersebut, lanjut Danrem, segera dirujuk ke RS. Marthen Indey untuk dilakukan karantina dan melakukan tes lanjutan. Sedangkan personel yang lain akan ditampung di Rindam XVII/Cenderawasih.

“Di Rindam mereka akan diberi pembekalan-pembekalan sebelum melaksanakan tugas dan kami juga akan mengamati bagaimana kesehatan mereka, jika semuanya telah siap barulah akan dilaksanakan pergeseran ke pos-pos di daerah perbatasan”, kata Danrem.

Tinggalkan Balasan