Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

ANJANGSANA TUKAR PIKIRAN SATGAS PAMTAS YONIF PR 328/DGH BERSAMA MASYARAKAT KAMPUNG KIBAY

Dalam kegiatan Komsos (Komunikasi Sosial) menjadi sarana pendekatan bagi Personel Prajurit TNI yang melaksanakan tugas dalam menjaga wilayah perbatasan. Sehingga terciptanya kepedulian terhadap Warga sekitaran Pos-pos Satgas, yang diaplikasikan dengan berbagai kegiatan. Seperti kegiatan anjangsana ke rumah-rumah Tokoh-tokoh Kampung yang bertujuan dapat bertukar pikiran sehingga dapat memajukan wilayah binaan.

Keluhan Masyarakat Kibay Dengan Adanya Perkembangan Kampung Kibay Membuat Masyarakat Pribumi Tersisih.

Dalam kegiatan Komsos (Komunikasi Sosial) menjadi sarana pendekatan bagi Personel Prajurit TNI yang melaksanakan tugas dalam menjaga wilayah perbatasan. Sehingga terciptanya kepedulian terhadap Warga sekitaran Pos-pos Satgas, yang diaplikasikan dengan berbagai kegiatan. Seperti kegiatan anjangsana ke rumah-rumah Tokoh-tokoh Kampung yang bertujuan dapat bertukar pikiran sehingga dapat memajukan wilayah binaan.

Salah satunya Kampung Kibay, Kabupaten Keerom, dimana dulu dengan
sekarang sangat jauh berbeda, perkembangan Kibay sudah sangat berkembang
dibandingkan tahun lalu, listrik sudah ada serta akses jalan yang sudah bisa
dilalui oleh kendaraan roda 4 sehingga banyak pelintas batas illegal yang
memanfaatkan untuk tinggal di wilayah Indonesia dikarenakan Kampung Kibay sudah
lebih maju dibanding wilayah PNG,” Ujar Serda Rizal.

Akibat perkembangan ini membuat masyarakat Kibay, merasa tersisih dari
peradapan, sperti apa yang di keluhkan, Bapak Agus Boream mengatakan bahwa hal
ini menyebabkan adanya persaingan tidak sehat antara pendatang dengan Warga
asli Kampung Kibay.

“Jika kita biarkan kami punya Warga disini berkurang mata pencaharian,
lahan-lahan kita punya diambil sama mereka, kayu-kayu di hutan di tebang. Jadi
kami harap bantuan dari Satgas untuk mengecek setiap pelintas disini yang bukan
Warga asli Kampung kami,” Ungkap Bapak Agus.

Pemerintah Daerah Kab. Keerom pun sudah mulai mendata dan menertibkan
pelintas batas illegal dengan pembuatan Pasport yang akan menggantikan kartu
lintas batas yang lama, sehingga tidak ada alasan bagi Warga PNG untuk tidak
mempunyai kartu lintas batas.