Wamena, “tabloidnusantara.com” – Pascakerusuhan yang terjadi di Wamena,
Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 23 September lalu, memberikan
duka yang mendalam kepada para masyarakat yang menjadi korban, dimana terjadi
aksi masa demo dan pembakaran serta penganiayaan kepada masyarakat yang di
lakukan oleh pendemo.
Gubernur Papua Lukas Enembe yang pada
Rabu (25/9/2019) menemui para pengungsi, dimana para pengungsi menyampaikan
bahwa mereka butuh kepastian untuk menjamin keselamatan mereka apa bila terjadi
kerusuhan lagi, karena saat ini masyarakat yang menjadi korban sudah tidak
mempunyai apa-apa hanya baju yang menempel di badan mereka,”Ungkap salah satu
perwakilan masyarakat.
Selanjutnya Gubernur Papua meminta mereka untuk
menghilangkan rasa takut dan kembali ke rumahnya masing-masing. “Kami
harap mereka ibu-ibu yang sakit dan anak-anak boleh mengungsi, tapi yang lain
kita tidak boleh mengungsi dan takut. Kita ini Indonesia, berada di wilayah
Republik Indonesia, dan pemerintah akan menjamin ketertiban dan keamanan
masyarakat,” tutur Gubernur Papua,
Lukas juga menyatakan, Pemerintah Provinsi Papua akan mengakomodir dan memenuhi kebutuhan warga selama mereka masih mengungsi. Bagi korban yang kehilangan tempat tinggal, Lukas memastikan Pemprov Papua akan memberikan bantuan. “Kami akan bantu mereka yang rumahnya terbakar, namun kami menunggu pendataan termasuk pembangunan kantor pemerintah,” kata dia.
BACA JUGA : PANGDAM XVII/CENDERAWASIH SELESAIKAN KONFLIK PAPUA
“Para korban yang sebelumnya memiliki tempat usaha bisa
kembali melakukan aktivitasnya seperti semula. “Saya harapkan distribusi
barang dan makanan bisa terjadi dengan dibukanya tempat usaha,” ucap dia.
Di akhir pertemuan tersebut Gubernur papua juga
menyampaikan turut berbelasungkawa atas kejadian demo dan kerusuhan yang
mengakibatkan kerban jiwa, “atas nama pemerintah dan masyarakat Papua turut
berduka cita yang sedalam dalam nya dan semoga keluarga korban di berikan
kesabaran”,”pungkas nya.