Jayapura, “tabloidnusantara.com” – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan kuncurkan anggaran 100 miliar, untuk perbaikan dampak kerusuhan aksi unjuk rasa tolak rasisme.
Dimana dana tersebut akan memperbaiki 10
kantor pemerintahan di Papua yang dibakar massa dalam kerusuhan aksi unjuk
rasa tolak rasisme, Kamis (29/8) lalu.
“Ada 10 kantor pemerintahan Papua yang harus diperbaiki, semua
rusak berat, terdiri dari. “Kantor Majelis Rakyat
Papua (MRP), Kantor Bea Cukai Jayapura, Kantor Telkomsel, Kantor KPU Papua,
Komnas HAM Papua, Kantor Biro Antara Papua, serta Kantor Kominfo Papua,
termasuk Kantor Gubernur Papua.
Dari perhitungan yang diperkirakan untuk
memulihkan perkantoran yang rusak membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 100
miliar untuk perbaikan,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada wartawan
disela-sela peninjauan gedung terdampak kerusuhan di Jayapura, Selasa (3/9).
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menyampaikan bahwa anggaran yang
digunakan untuk perbaikan 10 kantor pemerintahan di Papua berasal dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dari total bangunan, sebagian besar mengalami rusak berat. “Sumber
dananya dari APBN,” Ujarnya.
Sedangkan untuk perbaikan perumahan atau tempat usaha
milik warga yang terbakar atau rusak dilepari batu oleh massa pengunjuk rasa,
Pemerintah akan memberikan bantuan stimulan kepada para korban. Namun
untuk kisaran besar bantuan masih akan dibicarakan lebih lanjut. “Bantuan
stimulan, nah untuk besaran bantuannya akan
ditetapkan oleh Presiden besok,” kata Basuki.
Sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo,
kami akan segera memperbaiki dan membersihkan kantor pemerintahan
yang rusak akibat kerusuhan di Jayapura. ” . “Kantor pemerintahan dan perumahan warga
harus segera bersih untuk proses perbaikan,” tegasnya.
Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di
Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh.
Puluhan bangunan, sepeda motor dan mobil ludes dibakar.
Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan
telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga
terputus. Kondisi ini menyebabkan
situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian
lumpuh.