“tabloidnusantara.com” – Media Sosial, siapa
sih yang tidak mengetahui tentang media social, dari 267 juta jiwa, penduduk
Indonesia setengah dari populasi tersebut dipastikan adalah pengguna media
sosial.
“Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite
yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta
dan salah satunya pasti kamu.
Saat ini hampir semua orang memiliki akun
sosial media. Apakah itu Facebook, Twitter, Instagram dll. Mungkin bagi
sebagian orang sosial media telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. “Dengan Melalui media social. “Di era berkembangnya media sosial
memang membuat seseorang merasa lebih dekat dengan orang-orang yang diikutinya.
Menurut data dari Zephoria, setiap bulannya
Facebook memiliki 1,44 milliar user aktif. 1,25 milliar diantaranya mengakses
Facebook dari perangkat mobile. “Dan ada 300 juta foto yang diupload setiap
harinya.
“Sayangnya
kepopuleran situs sosial media juga menarik minat para penjahat cyber. “Sudah
banyak kasus kejahatan cyber yang dilakukan melalui situs sosmed, beberapa
diantaranya adalah identity theft (pencurian identitas), pedophilia, penipuan
(cyber scam), bullying, malware, dan beberapa beberapa kasus pelanggaran
privacy.
“Tampaknya masyarakat kurang menyadari, tentang
keamanan media
social, karena penjahat
cyber seringkali menggunakan info pada profile pada sosial media untuk
mengumpulkan informasi tentang korban, orang tak bertanggung jawab
menggunakan data pribadi yang ada di media sosial untuk melakukan tindak
kejahatan.
“Salah
satu kasus korban menerima sebuah pesan phishing, “Pesan ini biasanya
mengarahkan korban untuk meng-klik sebuah tautan. Biasanya tautan ini adalah
sebuah website palsu. Dengan cara ini penyerang bisa mencuri login dan password
dari korban.
Gak ada salahnya memperhatikan batasan-batasan
saat menggunakan media sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
1. Batasi Pertemanan Di Media Social.
Selektiflah dalam memilih pertemanan dimedia
social. “Lebih baik membuat lingkaran pertemanan menjadi lebih ketat dan lebih
bermakna.
Beberapa alasan lain perlu membersihkan
pertemanan di media sosial bisa menghemat waktu dan menjaga ketenangan jiwa
kamu.
2. Jangan Mengunggah Data Atau Foto Pribadi Terlalu Lengkap.
Nama lengkap, tanggal lahir, alamat serta
nomor telepon merupakan data yang cukup pribadi. Tak perlu memberikan informasi
tersebut di media sosial kamu.
Meski media sosial telah memiliki sistem
keamanannya sendiri, bukan tak mungkin akun kamu diretas oleh orang yang tak
bertanggung jawab. Informasi tersebut bisa membantu penipu meretas akun pribadi
atau perbankan yang kamu miliki.
3. Jangan Mengunggah Berbagai Kartu Indentitas
Karena hanya ingin diakui di dunia maya, untuk
mengincar like dan komen serta berharap dianggap keren karena suatu pencapaian. “Misalnya dengan membagikan foto
SIM atau foto kartu kredit tanpa melakukan sensor. Membagikan foto tiket
pesawat, tiket konser yang berisi informasi pribadi serta tanpa melakukan
sensor pada barcode yang terdapat di dalamnya.
Hal-hal yang mungkin dianggap wajar malah bisa
memicu orang tak bertanggung jawab menggunakan informasi pribadi kamu untuk
hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Memposting Hal-Hal Yang Positif
Pilihlah apa yang perlu kamu
bagikan dan tidak perlu posting hal-hal yang akan dianggap buruk oleh pengguna
media sosial.
5. Pikirkan Geolokasi Pada Postingan Anda.
Memang menyenangkan berbagi geolokasi pada
sebuah postingan. Namun secara tak langsung, kamu sudah memberi tahu semua
orang yang bisa membuka akun media sosial kamu mengetahui tempat kamu berada
saat itu.
Memposting rutinitas harian selalu dengan
geolokasi bisa mempermudah orang yang berniat jahat untuk mempelajari posisi
kamu setiap hari pada jam-jam tertentu. “Tempat kamu tinggal, kerja, tempat
kamu naik kendaraan umum, tempat makan, tempat liburan dan lain sebagainya.