Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

SATGAS PAMTAS YONIF PR 328/DGH AMANKAN SATU PUCUK SENJATA API RAKITAN DAN MUNISI KAL 5,56 MM

Keerom,- Guna menghindari peredaran barang-barang terlarang di wilayah perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH rutin melakukan kegiatan sweeping. Kegiatan yang dilakukan pun membuahkan hasil dengan diamankannya satu buah pucuk senjata api rakitan dan 15 butir munisi kaliber 5,56 mm di Jalan poros Kab. Keerom, Jayapura  pada Rabu, (29/05/2019).

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


Keerom,-
Guna menghindari peredaran barang-barang terlarang di wilayah perbatasan,
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH rutin
melakukan kegiatan sweeping. Kegiatan yang dilakukan pun membuahkan hasil
dengan diamankannya satu buah pucuk senjata api rakitan dan 15 butir munisi
kaliber 5,56 mm di Jalan poros Kab. Keerom, Jayapura  pada Rabu, (29/05/2019).

Dansatgas
Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa
kejadian bermula saat Personel Satgas Pos Skamto yang dipimpin oleh Lettu Inf
Ferly melaksanakan sweeping. “Saat itu Pratu Nasrul menghentikan sebuah
kendaraan tanpa nopol yang dikendarai oleh Frans Imbira (36Th) Warga Wamena
melintas dari arah Abepura. Saat dilakukan prosedur pemeriksaan ditemukan 2
butir munisi di saku celana,” ungkapnya.

Dilanjutkan
Mayor Inf Erwin, saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut bahwa munisi tersebut
merupakan pemberian dari temannya. “Setelah kami dalami lagi ternyata Bapak
Frans ini menyimpan satu pucuk senjata api dan beberapa butir munisi lagi di
rumahnya,” Ucapnya. “Kemudian kami berikan pemahaman, bahwa ada Undang-undang
yang mengatur tentang kepemilikan senjata api Illegal disertai dengan
ancaman/sanksinya sehingga Bapak Frans pun menyerahkan senjatanya dengan penuh
kesadaran dan tanpa paksaan kepada Personel Satgas,” terang Dansatgas.

Berdasarkan
pengakuan dari Bapak Frans, Senjata api rakitan tersebut merupakan warisan dari
orang tuanya yang sudah meninggal yang digunakan untuk berjaga diri, “Kami
mengapresiasi kesadaran dari Bapak Frans yang mau menyerahkan senjata api
rakitan yang dimilikinya, dan kami harap apa yang dilakukan oleh Bapak Frans
menjadi contoh bagi Warga lain,” tambahnya lagi.