15 MEI 2020 KASUS POSITIF CAPAI 16.496, GUGUS TUGAS KELUARKAN SURAT EDARAN UNTUK ATUR AKTIVITAS DI DAERAH PSBB

0
833
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id
Achmad Yurianto. Sumber Gambar covid19.go.id

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali mencatat jumlah penambahan , jumlah kasus terkonfirmasi positif bertambah 490 orang, sehingga totalnya menjadi 16.496. Data ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Gedung BNPB Jakarta, Jumat (15/5) sore.

Selama 24 jam terakhir terhitung mulai hari Kamis (14/5) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Jumat (15/5) pukul 12.00 WIB penambahan juga terjadi pada kasus pasien sembuh sebanyak 285 orang, sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 3.803 orang. Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Sementara itu jumlah kasus meninggal yang disebabkan Covid-19 bertambah menjadi 1.076 setelah ada penambhgan sebanyak 33 orang. Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 178.602 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 61 laboratorium dan Test Cepat Molekuler (TCM) di 9 laboratorium. Sebanyak 132.060 orang yang diperiksa didapatkan data 16.496 positif dan 115.564 negatif. Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 262.919 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 34.360 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 383 kabupaten/kota di Tanah Air.

Infografis Covid-19 Di Indonesia Per 15 Mei 2020. Sumber Gambar covid19.go.id

Berdasarkan tiga wilayah dengan sebaran terbanyak Covid-19, jumlah kasus positif di DKI Jakarta pada hari ini berjumlah 5.774 orang, sementara pasien sembuh berjumlah 1.276 orang dan meninggal berjumlah 460 orang. Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah terbanyak kedua dengan catatan data kasus positif hari ini berjumlah 1.921 orang, sementara pasien sembuh berjumlah 294 orang dan meninggal berjumlah 178 orang. Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah ketiga terbanyak dengan jumlah kasus positif 1.596 orang, sementara pasien sembuh berjumlah 259 orang dan meninggal berjumlah 100 orang.

Sebelumnya Achmad Yurianto menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, Gugus Tugas pusat maupun di daerah harus tetap fokus untuk memastikan daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun daerah yang tidak memberlakukan PSBB untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan dapat menurunkan angka positif baru dan menekan angka kematian yang tentunya dilakukan dengan pemeriksaan secara masif, dilakukan pressing secara aktif, dilakukan isolasi ketat terhadap kasus positif dan rawatan di rumah sakit.

Oleh karena itu, menurut Yuri, sampai dengan saat ini Gugus Tugas fokus kepada daerah yang telah melaksanakan PSBB agar berjalan efektif. “PSBB dilaksanakan semata-mata dilakukan untuk mengurangi bahkan memutuskan rantai penularan dari kasus positif di masyarakat agar tidak menular kepada yang lain. Sehingga ada kegiatan-kegiatan yang dibatasi, dengan arti bahwa ada kegiatan yang dilarang dan diatur dengan baik,” lanjut Yuri.

Menurutnya Gugus Tugas telah mengatur pembatasan tersebut dengan surat edaran nomor 4 tahun 2020 yang berisi aturan yang tegas tentang siapa saja yang masih bisa melaksanakan perjalanan sepanjang masa PSBB yang dibutuhkan untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19. “Jadi diberikan pengecualian untuk layanan kesehatan, layanan kebutuhan dasar, sistem sosial dan pertahanan keamanan dengan membekali dirinya surat tugas dan surat kesehatan serta melakukan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya,” jelas Yuri.

Sumber Berita covid19.go.id

Tinggalkan Balasan