JAYAPURA, “tabloidnusantara.com” – Sebanyak 380 pemuda di wilayah jajaran Kodam XVII/Cenderawasih yang mengikuti Sidang Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir) Seleksi Calon Prajurit Bintara TNI AD, terpilih sebanyak 273 peserta yang lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan untuk menjadi Prajurit TNI-AD.
BACA JUGA : 80 PERSEN OAP DARI 229 CALON CABA PK 2020 MENGIKUTI SELEKSI PUSAT
Menurut Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman
Asaribab, setelah melalui berbagai seleksi dan penilaian ketat sebanyak 273
calon dinyatakan lulus, dengan alokasi 80% Orang Asli Papua (OAP) dan 20%
sisanya adalah Non OAP atau warga pendatang dari luar Papua. Mereka selanjutnya
akan pendidikan menjadi seorang Prajurit TNI Angkatan Darat di Rindam
XVII/Cenderawasih
Dijelaskan Pangdam, Sidang Pantukhir adalah proses memilih calon Bintara TNI AD yang telah memenuhi syarat, berdasarkan hasil seleksi dan pemeriksaan yang meliputi aspek administrasi, jasmani, kesehatan, psikologi, dan mental ideologi, serta kesehatan jiwa.
Selanjutnya Pangdam berharap, sidang tersebut dapat
menjaring putra asli daerah Papua untuk menjadi prajurit, tanpa mengabaikan
persyaratan standart yang telah ditentukan, sebagai rangkaian akhir dari sebuah
proses penerimaan, sehingga diperlukan kecermatan dalam pelaksanaannya.
“Kita akan melihat sebanyak-banyaknya tingkat
kecakapan, penampilan, kepandaian ilmu pengetahuan, kepribadian, tanggap,
tangguh, dan trengginasnya dari seorang calon prajurit, sebagai kriteria
pilihan utama dari panitia dalam merekrut prajurit TNI AD yang
berkualitas,”harap Pangdam saat memimpin jalannya Sidang Pantukir Akhir di
Aula Serbaguna Rindam XVII/Cenderawasih.
Lebih lanjut, Jendral Bintang Dua tersebut menambahkan, bahwa dalam Sidang Pantukir Pusat yang berlangsung saat ini, tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
BACA JUGA : 102 DOKTER OAP LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI BEASISWA OTSUS
“Dalam sidang kali ini, Kita tetap menerapkan Protokol
Kesehatan dengan memakai masker dan cuci tangan sebelum memasuki ruangan sidang
untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19 yang saat ini masih
berlangsung,”pungkas Jendral Bintang Dua tersebut.