Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BRIGJEN TNI BONI CHRISTIAN P. TINAU LANGSUNG LATIHAN MENEMBAK SENJATA BERAT DENKAV 3/SC

MIMIKA, “tabloidnusantara.com” – Waaslat Kasad Bidang Latihan Brigjen TNI Boni Christian Pardede kembali berkunjung ke Timika, melaksanakan peninjauan latihan senjata berat Denkav 3/SC. “Selasa, (01/09/20)

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


MIMIKA, “tabloidnusantara.com” – Waaslat Kasad Bidang Latihan Brigjen
TNI Boni Christian Pardede kembali berkunjung ke Timika, melaksanakan
peninjauan latihan senjata berat Denkav 3/SC. “Selasa, (01/09/20)

Jenderal bintang satu, yang sebelumnya pernah menjabat Komandan Kodim 1710/Mimika dan Komandan Brigade 20 IJK/3, saat pemantauan latihan tersebut, mengatakan bahwa satu peluru itu harus memiliki makna yang luar biasa saat prajurit diterjunkan ke medan operasi yang sebenarnya.

BACA JUGA : PANGLIMA TNI MUTASI 62 PATI, DANJEN KOPASU MENJADI PANGDAM XVIII/KASUARI

“Harus diingat bahwa tidak semua prajurit memiliki kesempatan yang sama seperti kalian saat ini yang berada di medan operasi,”ujarnya dihadapan prajurit Kavaleri usai melaksanakan latihan.


Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa bagi kami kalian adalah
prajurit-prajurit yang hebat karena kalian di Papua ini harus menghadapi
tantangan alam, endemi malaria serta situasi operasi sesungguhnya.

Manfaatkan latihan ini dengan baik sampai 2 hari kedepan. Khusus latihan menembak Kanon ini adalah pertama kalinya dilakukan sejak Denkav 3/SC berdiri di Mimika. Denkav-3/SC (Serigala Ceta) merupakan Satuan Tempur yang berada langsung di bawah Komando Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab.

BACA JUGA : 171 TAMTAMA REMAJA TERIMA PEMBEKALAN DANREM 172/PWY

“Untuk itu saya mau saat latihan nanti penembaknya di atur secara
baik dan bila perlu semuanya merasakan juga,”harapnya.

“Selalu memperhatikan faktor keamanan, laksanakan prosedur keamanan
dan jangan gegabah dan harus menikmati latihan ini sebagai kebutuhan sehingga
kalian nanti menjadi prajurit yang profesional,” pungkasnya.