JAKARTA, “tabloidnusantara.com. – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam 24 jam terakhir terhitung mulai hari Sabtu (23/5) pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Minggu (24/5) pukul 12.00 WIB berhasil mengumpulkan data perkembangan penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia. Perkembangan penyebaran tersebut disampaikan, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (24/5) sore.
Menurut Achmad Yurianto jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif, hari ini bertambah 526 orang sehingga jumlah total kasus positif menjadi 22.271 kasus. Sementara itu bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, data pasien sembuh juga meningkat sebanyak 153 orang sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 5.402 orang. Sedangkan kasus meninggal bertambah 21 orang, sehingga jumlah total pasien meninggal menjadi 1.372 orang.
Hasil data yang disampaikan Achmad
Yurianto tersebut merupakan akumulasi data kasus yang diambil dari hasil uji
pemeriksaan spesimen sebanyak 248.555 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 85
laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 40 laboratorium dan Laboratorium
jejaring (RT-PCR dan TCM) di 149 lab. Secara keseluruhan, 179.864 orang telah
diperiksa dan hasilnya 22.271 positif dan 157.593 negatif.
Kemudian
untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak
42.551 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 11.389
orang. Sejumlah 404 kota/kabupaten di Tanah Air sudah terdampak virus corona
ini.
Dalam data yang dihimpun gugus tugas,
tiga wilayah dengan kasus positif terbesar ditunjukkan oleh DKI Jakarta dengan
catatan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 6.634 kasus, sementara kasus
pasien sembuh sebanyak 1.586 kasus dan memiliki kasus meninggal sebanyak 501
orang. Provinsi Jawa Timur yang akhir-akhir ini memiliki catatan tambahan kasus
terkonfirmasi positif yang cukup banyak memiliki kasus positif sebanyak 3.663
kasus, sedangkan pasien sembuh sebanyak 465 orang dan kasus meninggal berjumlah
283 orang. Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan kasus positif ketiga
terbanyak, memiliki kasus positif sebanyak 2.091 kasus, sedangkan kasus pasien
sembuh sebanyak 479 kasus dan kasus meninggal sebanyak 128 kasus.
Meningkatnya data pada empat hari
terakhir, menurut Yuri disebabkan masih adanya penyebaran Covid-19 di
tengah-tengah masyarakat. Selain itu masih ada kelompok rentan yang tidak
mematuhi anjuran tentang protokol kesehatan. “Mereka masih saja tidak memakai
masker apabila keluar rumah, mereka tidak membiasakan diri mencuci tangan
dengan sabun dan air yang mengalir, mereka masih saja berkerumun dan mereka
tidak mengikuti anjuran tetap tinggal dirumah,” tegas Yuri.
Oleh karena itu Yuri mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi segala bentuk himbauan dan anjuran pemerintah karena protokol kesehatan adalah satu-satunya cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Mari secara bersama-sama, bergotong royong untuk untuk hidup normal sesuai dengan norma yang baru dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” ajak Yuri.
Sumber Berita: covid.go.id