JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru Bicara
Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan adanya
penambahan kasus pasien yang terjangkit virus corona. Berdasarkan data yang
dihimpun pemerintah hingga Sabtu (2/5/) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan
sebanyak 292 kasus, sehingga jumlah, total pasien positif mencapai 10.843 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh
sejumlah 1.665 orang, setelah terdapat penambahan 74 orang. “Namun demikian,
masih terdapat penambahan kasus pasien meninggal sebanyak 31 pasien sehingga
total kasus meninggal menjadi 831 orang,” jelas Yuri dalam konferensi pers di
Gedung BNPB Jakarta, Sabtu (2/5) sore.
Menurut data yang di tayangkan Gugus Tugas dalam website resminya, kasus baru pasien positif Covid-19 tersebar di 20 provinsi. Penambahan kasus paling banyak terjadi di DKI Jakarta dengan 80 kasus. Setelah itu Jawa Barat dengan tambahan 31 kasus, Sulawesi Selatan dan Papua, masing-masing bertambah 30 kasus.
Menurut Achmad Yurianto, akumulasi data
tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 107.943 yang dilakukan menggunakan
metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 89 laboratorium. Sebanyak 79.868
kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 10.843 positif dan 69.025
negatif. Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 235.035
orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 22.545 orang. “Sejumlah 321
kabupaten/kota dari 34 provinsi terdampak Covid-19.
Yuri juga menghimbau kepada masyarakat
untuk memastikan agar tidak tertular virus corona dan meminta masyarakat untuk tetap
tinggal dirumah. “Hal inilah yang menentukan keberhasilan pencegahan penularan
Covid-19 dan menentukan besaran beban rawatan Rumah Sakit. Manakala kasus yang
terinfeksi menjadi banyak, maka yang akan jatuh dalam kondisi sakit, bahkan
sakit yang berat yang membutuhkan layanan rumah sakit akan semakin banyak, dan
ini akan membebani kapasitas rumah sakit yang ada,” tegas Yuri.
“Oleh sebab itu mari kita meningkatkan
imunitas, sabar dan tenang, tidak panik, istirahat yang cukup dan teratur, pastikan bisa menjaga
jarak dan tidak keluar rumah manakala tidak terpaksa, gunakan masker dan cuci
tangan dengan sabun menggunakan air yang mengalir. Gotong royong dan bersatu
melawan Covid-19 dari pusat sampai dengan desa, sampai ke RW, RT dan sampai
keluarga untuk tetap tinggal dirumah,” ajak Yuri.
Diakhir penjelasannya Yuri mengingatkan untuk mewaspadai ancaman demam berdarah dan mengajak untuk membersihkan lingkungan agar terbebas dari nyamuk penyebab demam berdarah. “Waspada demam berdarah, karena kita memasuki musim pancaroba dimana menjadi musim berkembangnya nyamuk demam berdarah. Rajinlah bersama keluarga untuk membersihkan lingkungan kita,” tegas Yuri.
Sumber Berita covid19.go.id dan Kompas TV