JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, mengatakan bahwa update kasus Covid-19 hingga Jumat (1/5) pukul 12.00 WIB terdapat tambahan 433 kasus baru, sehingga jumlah total menjadi 10.551 orang. Dari jumlah tersebut pasien yang sembuh setelah sempat mengidap virus corona di Indonesia bertambah 69 orang sehingga jumlah total menjadi 1.591 orang. “Sedangkan jumlah yang meninggal bertambah 8 orang sehingga menjadi 800 orang,” jelas Yuri, Jumat (1/5) sore.
Menurut
Yuri akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen yang dilakukan
oleh 89 laboratorium yang telah aktif beroperasi. Hasil uji spesimen yang
didapat adalah sebanyak 102.305 dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction
(PCR). Dari 76.538 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 10.551 positif
dan 65.987 negatif. “Apabila melihat jumlah kasus positif, mayoritas pasien
berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 58 persen, sedangkan perempuan 42
persen, sementara apabila kita melihat jumlah kasus meninggal, laki-laki
berjumlah 66 persen dan perempuan 34 persen,” terang Yuri.
Kemudian untuk jumlah orang dalam
pemantauan (ODP) menjadi 233.120 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP)
menjadi 22.123 orang. Data tersebut diambil dari 318 kabupaten/kota dari 34
provinsi di Indonesia. Dari data dapat dilihat bahwa kasus positif Covid-19 di DKI
Jakarta berjumlah 4.317 kasus, kemudian Jawa Timur dengan 1.034 kasus, Jawa
Barat dengan 1.012 kasus, Jawa Tengah 746 kasus dan Sulawesi Selatan 547 kasus.
Kasus
meninggal terbanyak juga berada di wilayah DKI Jakarta dengan jumlah 375 orang,
Jawa Timur ada 99 orang dan Jawa Barat ada 83 orang. Sedangkan kasus sembuh paling
banyak juga di DKI yaitu dengan jumlah 488 orang, Jawa Timur 162 orang dan Jawa Barat 145 orang.
Sebelumnya
Achmad Yurianto menyampaikan bahwa Covid-19 hanya dapat dicegah dengan disiplin
yang kuat. “Disiplin untuk memutus rantai penularan secara terus menerus, disiplin
untuk mencuci tangan, disiplin untuk tetap berada dirumah dan memakai masker,
menjaga jarak fisik jika bertemu dengan orang lain, menghindari kerumunan orang
jika keluar rumah dengan terpaksa,” ajak Yurianto. Larangan mudikpun juga
sempat disampaikan Yurianto, sebab resiko penularan dan penyebaran cukup besar
dimanapun dan oleh siapapun termasuk diri kita yang membawa Covid-19.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi penyebaran Covid-19 adalah kunci sukses keberhasilan menangani bencana ini,” tegas Yuri.
Sumber Berita : covid19.go.id