JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Dalam kesempatan konferensi pers nya hari ini Rabu (1/4) di gedung BNPB, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covi-19, Achmad Yurianto kembali mengungkapkan bahwa terjadi penambahan jumlah kasus positif Covid-19 sejumlah 149 kasus sehingga jumlah keseluruhan terhitung mulai hari Selasa 31 Maret 2020 pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Rabu 1 April 2020 pukul 12.00 WIB adalah 1.677 Kasus.
Sedangkan
setelah dilakukan dua kali tes dan dinyatakan sembuh bertambah 22 orang
sehingga jumlah total menjadi 103 orang. Untuk angka kematian dari konfirmasi
kasus positif bertambah 21 orang sehingga jumlah total menjadi 157 orang.
“
Pemerintah, akan melangkah lebih agresif lagi untuk menemukan kasus baru
dan kemudian melakukan isolasi agar bisa memutus secara tegas rantai penularan
yang lebih luas,” tegas Yuri. Penyampaian Yuri didasari dengan telah didistribusikannya
475.200 kit rapid test ke seluruh dinas kesehatan provinsi untuk screening
dalam mencari kontak dekat pasien terkonfirmasi positif. Tak hanya itu, lebih dari 6.500 spesimen juga
telah dikirimkan ke 34 laboratorium di seluruh Indonesia. Spesimen itu
selanjutnya digunakan untuk menentukan diagnosa dari pemeriksaan PCR.
Keseriusan ini juga diikuti dengan pemenuhan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis sebanyak 349 buah. “Begitu juga 360 rumah sakit rujukan telah disiapkan baik itu rumah sakit pemerintah, rumah sakit TNI Polri, rumah sakit BUMN, maupun rumah sakit swasta,” kata Yuri.
Dilaporkan juga bahwa pemerintah akan melakukan pemanfaatan mesin
pemeriksaan TV PCM yang telah tergelar di lebih dari 132 rumah sakit dan
puskesmas terdekat. Hal ini bertujuan untuk memperpendek jarak pengiriman spesimen
untuk diperiksa ke laboratorium, sehingga hasilnya akan lebih cepat diperoleh.
Tidak lupa dalam konferensi persnya, Achmad Yurianto selalu mengingatkan
kembali agar masyarakat berkomitmen untuk menjalani jaga jarak antara satu
dengan yang lain. Anjuran untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun juga
disampaikannya, karena menurutnya virus bisa hancur oleh deterjen. Hal ini
menjadi upaya antisipasi penularan virus melalui benda-benda atau permukaan
yang terkontaminasi. “Tetaplah tinggal dirumah, bekerja dirumah dan beribadah
dari rumah,” tegas Yuri
Menghadapi Ramadhan disarankan untuk menunda dahulu keinginan untuk mudik. “Kita sadari bahwa virus ini berpindah kerena dibawa oleh manusia oleh karena pergerakan manusia yang tidak terkendali akan menambah penyebaran dan penularan virus ini” jelas Yuri.
Sumber berita: kemkes.go.id dan Kompas TV